21 PSN di Jateng Rampas Ruang Hidup

Spread the love

SEMARANG – 21 Proyek Strategis Nasional (PSN) di Jawa Tengah memunculkan kasus perampasan lahan dan ruang hidup. Dalam catatan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, 24 dari 36 kasus perampasan lahan terjadi sejak September 2019 hingga Oktober 2020. Kebanyakan dari kasus-kasus tersebut dilakukan oleh pemerintah saat pelancaran PSN.

Salah satu slide presentasi Catahu LBH 2020.

Hal tersebut LBH Semarang sampaikan dalam acara Catatan Akhir Tahun (Catahu) bertajuk “Orkestrasi Perampasan Ruang Hidup”. Acara tersebut mereka gelar secara daring pada Rabu (23/12/2020).

Dalam Catahu, LBH Semarang merilis berbagai kasus yang terjadi di Jawa Tengah setahun terakhir ini. Termasuk kasus-kasus perampasan lahan dan ruang hidup oleh penyelenggara negara.

Pengabdi Bantuan Hukum LBH Semarang Divisi Sumber Daya Alam Cornel Gea mengatakan, dari kasus-kasus perampasan ruang hidup yang terjadi membuat pihaknya makin dapat melihat relasi antara negara dengan kaum pemodal (kapitalis). 

“Negara dan pemodal makin dekat hingga tak bisa dibedakan. Bukannya melindungi, negara justru membiarkan lahan dan ruang hidup warganya dirampas pemodal untuk berbagai kepentingan,” katanya.

Hal tersebut, lanjut Cornel, makin diperparah dengan penggunaan aparat untuk menghalau gelombang penolakan dan perlawanan warga. Langkah tersebut, kata Cornel, negara tempuh untuk memperlancar ekspansi kapital dengan merepresi upaya rakyat mempertahankan ruang hidup. 

“Dengan begitu, negara adalah unit paling canggih dalam kapitalisme,” tutur Cornel.

Selain merilis kasus-kasus perampasan ruang hidup, LBH Semarang juga menyajikan data deretan kasus pelanggaran HAM, kekerasan seksual, dan agraria di Jawa Tengah. Cornel harap, catatan-catatan itu akan membuka mata semua pihak tentang kondisi Jawa Tengah saat ini. 

“Terakhir, saya ingin mengutip ucapan petani Urutsewu, Kebumen, bahwa negara diharapkan datang tidak datang, sekali datang buat runyam,” tutupnya. (RMK – A/N)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.