Agenda Kalamkopi: Diskusi Rabuan Edisi Bulan Desember

Spread the love

radarkom-3-print

November telah pergi. Kini Desember mengetuk dan menghujani KalamKopi dengan berbagai nyanyian basa-basi. Kyai dan Santri, Perempuan dan Nyai, Soekarno dan Marhaenis menjadi elegi dalam piringan memori. Kini, songsongan agenda diskusi kembali berkibar dengan wajah dan warna baru edisi. Walaupun harus hanya dua pertemuan karena diserang wacana liburan, tak menjadi alasan Diskusi Rabuan ditiadakan sama sekali. Maka, di bulan penghujung tahun ini Diskusi Rabuan membungkus dua topik diskusi tentang Budaya Pop dan Perempuan Dalam Pusaran Revolusi.

Dua slot penulis-pengisi diskusi rabuan edisi Desember ini, sejak jauh-jauh hari, ludes disambat oleh Tri Bagus Suryahadi dengan kegandrungannya pada budaya populer dan cultural studies, dan juga oleh seorang Rengganis Rilisia Dirgantari–yang dalam diskusi rabuan kemarin, sempat membeberkan terkait pembagian feminisme menjadi; feminisme pikiran dan feminisme tindakan. Kali ini, Rengganis hadir dengan mengangkat topik perempuan lainya, yang berasal-muasal dan bersebab-musabab dari pijaran pemikiran Bung Karno tentang perempuan (Sarinah).

Sebelum kita memasuki serial-episode aksi demonstrasi selanjutnya, kalamkopi mengundang rekan-rekan semua, untuk duduk berbincang penuh kenikmatan, berbungkuk ria penuh kegirangan dalam sebuah balutan Diskusi Rabuan, edisi Bulan Desember. Masih sama dengan bulan-bulan yang lalu, dimana kegundahan akan hubungan percintaan, juga kegetiran menyikapi persoalan perampasan lahan masih terus-menerus terjadi, maka Diskusi Rabuan Kalamkopi tetap dihelat pada jam, waktu, dan tempat yang sama dengan sebelumnya. Sebagai perincian; Diskusi dilaksanakan setiap hari rabu sore, dimulai pukul 16.00 WIB, bertempat di pelataran gedung C2 Lt.1, FIS, Universitas Negeri Semarang.  

Ketika si ‘aku’ dalam novel Aku, Buku, dan Sepotong Sajak Cinta berani dan bertulus hati untuk mengunjungi kediamanan perempuan yang Ia suka dan Ia hadiahi sajak-sajak peluh dibawah raungan kedinginan pemondokan (kos-kosan), maka teman-teman sekalianpun, dapat terpaksa dan bertulus-hati untuk sama-sama mengunjungi sebidang lantai yang bersih (terimakasih Pak Io, semoga panjang dan sejahtera kehidupanmu) di bawah mading C2–yang akhir-akhir ini penuh dengan kampanye pilpres mahasiswa–untuk menghadiri agenda Diskusi Kalamkopi. Karena diskusi ini tidak menarik retribusi tiket, maka seluruh insan dapat menghadirinya dengan bebas dan lepas.

Mari Puan-Tuan, silahkan hadir. Kalian benar-benar diundang!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.