Agenda Kalamkopi: Diskusi Rabuan Edisi Bulan November

Spread the love

radar-edisi-novemberSelepas berpenat-penat ria bersama judul-judul tulisan yang diangkat dalam diskusi rabuan edisi Bulan Oktober, juga setelah bermandikan kebingungan dalam memahami apa yang sebenarnya ditulis dan diucapkan pemateri dalam diskusi bulan kemarin; baik itu yang muter-muter berbicara pertalian  organisasi Islam dengan penguasa secara akomodatif, yang disambung batuan besar pemikiran Soekarno dalam term sosialisme a la Indonesia yang diposisikan diametral dengan akarnya sendiri, juga pengandaian dan usaha penyatuan dari dua momentum (Tragedi dan Hari Tani)  yang menemukan kontekstualisasinya di masa kini–yang ditutup dengan mengudarakan polemik pemberian gelar pahlawan bagi seorang penjagal, maka kalamkopi sebagai agen penjualan tiket, akan kembali mengadakan diskusi rabuan pada Bulan November, sebagaimana yang tertera dalam poster diatas.

Untuk diskusi edisi November kali ini, kebosanan pada judul akan digantikan oleh saudara sebangsanya, yang bernama: tema. Dari tema itulah kita akan memasuki gelanggang cakrawala kebingungan, yang berupa hamparan pengetahuan mengenai Marhaenisme Bung Karno, yang konon, berasal dari nama seorang petani yang dijumpai Bung Karno pada suatu kesempatan. Kemudian, masih dalam suasana kehangatan hari santri, tiba juga sehelai kenikmatan dalam mengarungi belantara kehidupan Kyai dan Santri yang akan dipantik oleh seorang santri juga. Sementara untuk dua gelanggang cakrawala selanjutnya, akan berkisar pada bagaimana perempuan dalam arus pergerakan organisasi di masa lalu, lengkap beserta dinamikanya–yang nantinya, akan diperkuat dari deskripsi maha dahsyat dari seorang sastrawan, dan akan ditarik pula pada praksis dan kecenderungan emansipasi hari ini.

Berhubung suasana Jakarta sedang panas-panasnya, maka kalamkopi siap menyediakan almari es dengan bentuk diskusi rabuan yang akan tetap dilaksanakan setiap hari Rabu, jam 16.00 WIB, bertempat di gedung c2, FIS, Universitas Negeri Semarang.  Jika puan dan tuan memimpikan kegilaan dan ketidakjelasan, datang dan merapatlah. Dikarenakan badai flu dan pilek sedang menerjang, maka diskusi pun tidak dipungut biaya apapun. Silahkan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.