Aktivis dan Apatis

Spread the love

Aktivis dan Apatis

Saiful Anwar

Tulisan ini aku buat sebagai tanda terima kasihku kepada kalian yang telah memujiku sebagai mahasiswa yang “sok sibuk”.

Mahasiswa adalah tingkatan paling tinggi seorang murid dalam mendalami ilmu pengetahuan. Kata maha dapat diartikan “paling” atau “tertinggi”. Sudah menjadi barang tentu tugas utama sebagai mahasiswa adalah belajar, ya aku akui itu, aku setuju. Tapi coba refleksikan kembali, coba bayangkan kembali jika dahulu Bung Karno hanya melakukan kegiatan belajar di kelas, bayangkan jika dia hanya menjadi mahasiswa yang dalam bahasa Dr.YYFR Sunardjan disebut 5D ; datang, duduk, dengarkan, dipresensi, domblong?  Negeri ini akan selamanya dijajah! Kita akan selamanya menjadi bangsa inlander!. Bung Karno sadar betul bahwa untuk menjadi bangsa yang berdaulat negeri ini harus bergerak, pergerakan yang dipimpin oleh kaum aktivis.

Tetapi sekarang ini kaum aktivis telah menyandang gelar yang sebenarnya tidak baru, cukup elegan aku kira, yakni; Mahasiswa SS alias “Sok Sibuk!”. Luar biasa bukan? Bagi kami kaum organisatoris sudah menjadi makanan sehari-hari kata yang demikian. Padahal perlu ditelaah lagi siapa itu organisatoris siapa itu aktivis. Tapi kali ini aku ingin membahas aktivis dan apatis. Pertanyaanku sederhana; apa itu aktivis?, apa itu apatis?.  Menurut hematku aktivis adalah orang yang dalam hatinya tertanam keinginan tekad yang bulat untuk merubah pakem-pakem mahasiswa yang ada menjadi lebih berdaulat, menjadi manusia yang benar-benar mengerti ilmu, dan tidak terpatok dengan hanya belajar di ruangan. Tak perlu ikut organisasi, himpunan, atau perkumpulan. Cukup dengan diskusi kecil-kecilan di kedai kopi, menulis, dan melakukan kegiatan yang dipandang perlu untuk meningkatkan kualitas hidup mahasiswa. Maka aku menganggap orang tersebut aktivis. Sementara apatis adalah mereka yang bersikap acuh-tak acuh terhadap kegiatan disekitarnya, ditambah lagi dengan memberikan kata sindiran yang kadang kala menggores hati. Aku tidak menganggap mereka sebagai lawanku, tidak sama sekali. Mahasiswa aktivis dan apatis itu harus seimbang. Apalah artinya kegiatan yang dirancang oleh kaum aktivis tanpa adanya partisipasi dari kaum apatis?. Sebaliknya apalah arti mahasiswa yang apatis tadi tanpa kehadiran kaum aktivis yang selalu memberikan warna dalam perkuliahan, sepert merancang kegiatan, lomba-lomba, dan lain sebagainya. Aku tidak mengecam mereka yang  apatis, tidak sama sekali. Aku hanya ingin mereka bersikap koorperatif terhadap kaum aktivis. Bukankah koneksi pikiran itu penting?

Aku yang memilih menekuni ilmu di bidang sejarah agaknya sudah merasa kenyang, merasa kenyang dengan pertanyaan; “ilmu sejarah? mau kerja apa?”  hal ini seakan-akan memberi dogma bahwa kami mahasiswa ilmu sejarah adalah mahasiswa dengan masa depan yang suram. Oleh sebab itu aku akui untuk dapat bersaing aku tidak bisa hanya menggunakan ilmu sejarah saja! Aku butuh organisasi! Aku butuh kelompok seni! Aku butuh kelompok diskusi! Aku butuh semua yang dapat menampung diriku!. Hey kau mahasiswa sejarah yang bersikap apatis non koorperatif, dengan modal apa engkau akan bersaing… aku tanya sekali lagi dengan modal apa?! Dengan nilaimu? Dengan ijazahmu? Sadarlah! Itu saja tidak cukup! Maka dari itu sahabat seperjuanganku, ketahuilah betapa perlunya kita memanfaatkan semua ini. Ijazah bisa saja terbakar atau hanyut, tetapi ilmu akan selamanya menempel di otak kita jika kita merawatnya. Ilmu perlu dikembangkan, perlu di asah, dan semua itu dapat kau lakukan diluar jam kuliahmu. Aku tidak bisa menjamin masa depan aktivis akan lebih baik daripada kaum apatis, begitupun sebaliknya. Tetapi dengan jalan ini setidaknya aku menunjukan pada Tuhan bahwa aku sungguh-sungguh. Sekali lagi aku berterima kasih kepada kalian yang telah memujiku, yang telah menyanjungku dengan sebutan “Saiful mahasiswa sok sibuk”.

Salam kalam kopi

Ketika yang lain tidur anda harus berdiri, ketika yang lain berdri anda harus berjalan, ketika yang lain berjalan anda harus berlari, dan ketika yang lain berlari anda harus terbang!