Berita Hoaks: Korban Covid-19 di Aceh Hanya 1 karena Tetap Menjalankan Salat Berjamaah

Spread the love

Oleh Siti Munawaroh

Salah satu postingan dari akun Facebook, fenni Reseller Rgy Skincare mendadak viral saat akun tersebut mengunggah berita dengan menuliskan narasi korban covid 19 di Aceh hanya satu orang karena umat muslim di Aceh tetap menjalankan sholat berjamaah. Dalam postingan tersebut sang pemilik akun juga menambahkan beberapa foto sholat berjamaah yang menurutnya diambil pada saat pelaksanaan sholat jum’at berjaamah pada Jumat (20/3).

Akun ini juga memberikan pernyataan bahwa pelaksanaan sholat berjamaah di daerahnya tetap dilaksanakan seperti biasa tanpa jarak yang dianjurkan oleh pemerintah. Sang pemilik akun juga menyampaikan bahwa korban Covid-19 di Aceh hanya berjumlah satu orang, lebih sedikit dari korban di Vietnam yang berjumlah 7 orang. Vietnam merupakan salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang berhasil menekan jumlah korban covid19.

Berikut adalah isi narasi yang dibagikan oleh akun Fenii Reseller Rgy Skincare:

“gak perlu belajar dari negara lain kalau mau memutuskan mata rantai covid19.
Kita punya Aceh.
Belajarlah dari Aceh.
Lihat bagaimana cara mereka untuk mengatasi wabah covid19.
Tetap melakukan sholat berjamaah di Mesjid!!
Kalaulah memang sholat berjamaah di Masjid bisa menyebabkan timbulnya banyak korban Covid-19,,, tentulah rakyat Aceh paling banyak yg jd korban Covid-19.
Krn mereka terus berjama’ah.
Tapi fakta membuktikan janji Allah.
Penyakit akan dijauhkan dari orang-orang yang memkmurkan mesjid.
Bukan hanya memutuskan mata rantai, tapi Covid-19 tak Mampu hidup berlama2 di Aceh.
Vietnam pun kalah. Vietnam ada 7 korban.
Data menunjukan Aceh hanya 1 korban.
Gak bisa melawan ketetapan Allah dgn Akal akalan manusia
Datangi Rumah Allah.
Tamu pasti dijaga oleh Tuannya.”

Sebelumnya, Kementerian telah mengimbau masyarakat untuk melaksanakan ibadah bulan suci Ramadan di rumah masing-masing karena pandemi Covid-19 ini.

Sebenarnya apakah memang benar di Aceh hanya memiliki satu korban akibat pandemi Covid-19 ini?

Klarifikasinya:

Dilansir dari laman Tempo.co yang mengecek data kasus covid-19 melalui situs milik Pemerintah Provinsi Aceh yaitu situs resmi Dinas Kesehatan Aceh serta Situs Khusus Covid-19 Aceh. Dari dua data ini dijelaskan bahwa per 30 April 2020 pukul 15.00 WIB, jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 10 kasus, dengan rincian 5 orang dirawat, empat orang sembuh, dan satu orang meninggal. Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 85 kasus, dengan rincian 11 orang dirawat, 73 orang telah dipulangkan dan 1 orang meninggal dunia. Aceh melaporkan kasus positif Covid-19 pertama pada 26 Maret 2020 yakni seorang PDP yang meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh pada 23 Maret 2020. Sejak pengumuman kasus pertama diumumkan pasien Covid-19 di Aceh bertambah hingga 10 orang pada tanggal 30 April 2020.

Sementara itu, Ketua IDI wilayah Aceh Safrizal Rahman menyampaikan bahwa pelaksanaan Sholat Tarawih berjamaah di Aceh sangat berbahaya. Mengabaikan physical distancing atau menjaga jarak aman akan memiliki resiko karena penyebaran virus corona terjadi karena kedekatan manusia.

“Tentu saja kita mengharapkan agar tidak terjadi hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah mengakibatkan penyebaran penyakit ini di Provinsi Aceh. Tapi saya menduga hanya masalah waktu sebelum kita mempunyai transmisi lokal,” kata Safrizal kepada Hidayatullah, Wartawan di Aceh yang melaporkan untuk BBC Indonesia, pada 23 April 2020.

Sebelumnya, MUI juga sudah menegluarkan fatwa kepada masyarakat agar tetap beribadah di dalam rumah. Ibadah di rumah bisa tetap dilaksanakan salah satunya adalah dengan membaca Al-Quran dan mempererat hubungan keluarga.

Melalui akun resminya, Kominfo menyampaikan bahwa berita/postingan tentang korban Covid-19 di Aceh hanya satu orang karena tetap salat berjamaah merupakan berita hoaks dan tidak dapat dipercaya. Salat berjamaah yang dilakukan tanpa menjaga jarak beresiko memunculkan transmisi lokal Covid-19.

Sumber:
Kominfo
https://WWW.kominfo.go.id/content/detail/26221/hoaks-korban-covid-19-di-aceh-hanya-satu-orang-karena-tetap-salat-berjamaah/0/laporan_isu_hoaks
Tempo.co
https://cekfakta.tempo.co/fakta/761/fakta-atau-hoaks-benarkah-korban-covid-19-di-aceh-hanya-satu-orang-karena-tetap-salat-berjamaah

Siti Munawaroh, Mahasiswi Pendidikan Sejarah Unnes 2018

-Ilustrasi: palembang.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.