Buruh Keluhkan RUU Cilaka

Spread the love

Diskusi “RUU Cilaka Bikin Celaka?”: Peserta tengah berdiskusi di Gedung PKMU, Jumat (24/1/2019) malam.

SEMARANG – Sejumlah buruh sampaikan keluhannya perihal Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja (Cilaka). Hal itu mereka ungkapkan dalam diskusi bertajuk “RUU Cilaka Bikin Celaka?” yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Negeri Semaang (Unnes) di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unnes pada Jumat (24/1/2020). Diskusi tersebut menyoroti Omnibus Law dan RUU Cilaka.

       Kuswoyo, buruh salah satu perusahaan di Tambak Aji, Kota Semarang mengungkapkan dirinya bersama buruh lain diminta mengundurkan diri secara sukarela. Lalu karyawan baru dikontrak tiga bulan. Ia dan buruh-buruh lama diberi surat pernyataan pengunduran diri. Kemudian disodori kontrak baru lagi.

       “Kami juga tak dapat cuti, THR yang seharusnya jadi hak kami,” ungkapnya.

       Sementara itu, Ainussiyan, anggota Serikat Pekerja Bank Danamon angkat bicara. Ia mengatakan, ketua umum serikatnya dikriminalisasi CEO Bank Danamon.

       “Untuk itu, baik kawan-kawan mahasiswa maupun buruh harus paham betul, harus banyak baca perihal aksi atau gerakan yang akan dilakukan,” ujarnya.

   Pada akhir diskusi, forum memutuskan untuk melaksanakan diskusi lanjutan berkaitan dengan aksi tolak RUU Cilaka dan Omnibus Law. Rencananya, aksi tersebut dilaksanakan pada Rabu (29/01/2019). (RMK-Ardhiatama Purnama Aji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.