Empat Skenario Bagaimana Platform Kooperasi Dapat Melakukan Terobosan pada 2020

Spread the love

Tulisan ini merupakan terjemahan dari artikel yang ditulis Oleh Leo Sammallahti bertajuk : 4 scenarios on how a platform cooperative breakthrough might happen in the 2020s

Terjemahan Bimo Ario Suryandaru

Saya akan memprediksi bahwa akan terjadi dua tren yang relevan dengan Platform Cooperativism dan akan membentuk bagaimana sistem ekonomi kita bekerja

Tren 1 : Bertambahnya ragam bentuk – bentuk model kepemilikan

Mungkin pada dekade berikutnya akan terlihat perkembangan baru, munculnya model kepemilikan beragam yang membuat kita malah makin mirip satu sama lain, atau lebih tepatnya, sama, dalam konteks mengenai apa yang sebenarnya sama-sama kita miliki. Tanda-tanda awal dari tren ini dapat dilihat dengan Uber, Air BnB dan Reddit yang menginginkan penggunanya memiliki saham pada dekade 2010an. Jika undang-undang dapat mengubah dari menentang menjadi ke pendekatan yang lebih mendukung ke arah upaya berbagi kepemilikan, hal ini dapat menjadi lebih umum untuk dilakukan. Ini mungkin dapat juga mengarah ke meningkatnya tuntutan orang-orang untuk diberikan hak kepemilikan dan suara ketika bekerja untuk sebuah “gig-platform” atau bahkan berlangganan media daring.

Keragaman kepemilikan ini akan terjadi baik pada bisnis konvensional maupun kooperasi. Para bisnis konvensional akan mulai mencampur fitur-fitur dari kedua model kepemilikan, membangun struktur hibrid untuk mengeksplorasi yang paling optimal untuk tiap keadaan yang berbeda-beda. Berbagai jenis kooperasi juga akan bercampur, dengan struktur multipihak yang mencakup baik pekerja maupun konsumen dalam sebuah kepemilikan bersama juga akan menjadi lebih umum

Tren 2 : Berkembangnya hukum antipakat (antitrust)

Antipakat mulai bergerak dari birokrasi teknokratis kepada gerakan populer masyarakat yang malah mendapat dukungan dari orang-orang yang tidak sepaham terkait peningkatan lingkungan politik yang terpolarisasi. Mulai dari kandidat presiden yang demokratis hinggga pembawa acara Fox News yang paling banyak ditonton, ada sebuah pertumbuhan keinginan untuk para politisi untuk menggunakan kekuatan hukum antipakat yang mereka miliki. Anehnya, antipakat seringkali ragu untuk digunakan ketika berhadapan dengan perusahaan yang memiliki pangsa pasar terbesar dibandingkan ketika digunakan untuk usaha-usaha kecil yang tidak memiliki kekuatan lobi yang besar.  Usaha-usaha kecil atau para wiraswasta yang bergabung untuk menolak menjual barang atau jasa mereka di bawah harga tertentu lebih sering dilarang melakukannya dengan menggunakan undang-undang antipakat.

Undang-undang anti-trust dapat digunakan untuk membantu memungkinkan usaha kecil barang dan jasa pada platform ekonomi untuk menggunakan koperasi dalam meningkatkan daya tawar untuk mendapatkan kesepakatan yang lebih baik. Atau mungkin beberapa platform dapat diubah menjadi kepemilikan koperasi untuk mencegah perilaku monopolistik. Hal seperti ini memiliki beberapa preseden sejarah, seperti Associated Press, yang dibuat menjadi koperasi yang dimiliki oleh para perusahaan surat kabar.  Latar belakang secara ekonomis dari perlunya hal ini dilakukan juga sangat kuat, para pemilik usaha dan direksi akan tidak akan mudah merugikan konsumen menggunakan status monopoli mereka ketika para konsumen memiliki toko mereka sebagai sebuah koperasi dan dapat dengan mudah mengganti dewan direksi dengan yang baru.

Secara bersamaan, kedua tren ini akan mendistribusikan pangsa pasar antara lebih banyak bisnis dan mendistribusikan kepemilikan bisnis-bisnis tersebut secara lebih merata.

Skenario 1 : Bergabung dengan gerakan yang lebih besar

Platform Cooperative memiliki satu keunggulan dibandingkan banyak gerakan lainnya yang telah membentuk ekonomi digital, seperti open-source atau blockchain. Platform koperasi adalah bagian dari gerakan 1,2 miliar anggota yang kuat, berumur 150 tahun, yang telah memiliki organisasi global terpusat. Pendukung open source melihat Microsoft sebagai musuh yang mereka hadapi sendirian, pada kasus blockchain musuh tersebut adalah bank-bank besar. Sedangkan untuk koperasi platform, sudah ada koperasi yang merupakan bank dan lebih besar dari Microsoft dalam jumlah pendapatan, French Credit Agricole. Kita tidak harus membangun dunia baru – kita hanya perlu membantu yang sudah ada untuk kemudian semakin tumbuh dan berkembang. Salah satu contoh jelas dari sebuah koperasi besar dalam membantu platform-platform koperasi  adalah program akselerator Start (https://start.coop/). Disponsori oleh banyak koperasi berukuran besar dan menengah di Amerika Serikat , program ini mendukung 8 koperasi platform baru terpilih dengan 2 bulan pendampingan serta hibah sebesar $10.000.

Idealnya, skenario ini diadvokasi menggunakan institusi demokatis yang belum sempurna namun telah tersedia di dalam sebuah koperasi besar. Sebagai contoh, pada Nationwide Building Association yang kekuatan 16 juta jumlah anggota, dibutuhkan 500 tanda tangan untuk mengajukan sebuah mosi.  Pada tahun 1998, 87% anggotanya memilih mosi untuk menyumbangkan 1% dari laba sebelum pajak untuk diamalkan, yang berarti sejumlah £11 juta terkumpul pada perhitungan tahun lalu. Bayangkan apabila orang-orang yang antusias terhadap platform co-op mengajukan mosi untuk memberikan 1 sen per anggota Nationwide Building Association untuk mendanai sebuah koperasi platform baru. Ini berarti akan terkumpul uang sejumlah £160.000, cukup untuk mendanai sebuha program akselerasi dua kali lebih besar dari apa yang dilakukan Start Coop. Jika kampanye demokratisasi ini diuji coba berulang kali oleh para koperasi besar di beragam negara bagian, cepat atau lambat akan muncul keberhasilan – keberhasilan model yang dapat direplikasi dan diperbesar skalanya. Merevitalisasi koperasi – koperasi besar yang sudah “kuno” memanglah sebuah hal yang jauh dari kata mudah, namun dengan tidak memanfaatkan mereka akan menjadi sebuah kesia-sian upaya yang lebih besar lagi.

Untuk mempermudah skenario penggabungan ini koperasi platform tidak dapat hanya sekedar bertanya apa yang dapat koperasi – koperasi besar ini berikan untuk mereka, tapi juga menjelaskan apa yang dapat mereka lakukan untuk para koperasi besar itu. Di MIT pernah diselanggarakan sebuah diskusi mengenai Credit Union serta bagaimana cara agar para anggotanya memungkinan untuk membuat sebuah Koperasi Data. Kemungkinan, terobosan Platform Cooperative akan terjadi ketika sebuah koperasi data terbentuk dan bekerjasama dengan sebuah credit union, kemudian model tersebut direplikasi hingga tergabung 1% saja dari total anggota credit union di Amerika Serikat, atau yaitu lebih dari 1 juta orang.

Skenario 2 : Revolusi oleh usaha kecil dan menengah

Sepertinya pelaku usaha kecil yang menggunakan situs e-dagang (e-commerce) dalam kegiatan jual beli mereka berada di posisi yang lebih cocok untuk mengorganisasi sebuah gerakan untuk melakukan pergolakan terhadap sistem platform konvensional jika dibandingkan dengan konsumen atau para pekerja; mereka mungkin memiliki jumlah uang lebih yang diinvestasikan atau dipertaruhkan, dengan lebih sedikit pilihan untuk keluar dari sistem tersebut. Berikut adalah dua contoh kasus gambarannya :

  1. Undang – undang antipakat baru memungkinkan pelaku usaha kecil untuk membuat sebuah koperasi yang dapat membuat mereka membeli patungan sebuah ads pada Google/Facebook dan secara efektif meminta penawaran dengan harga dan kualitas yang lebih baik. Ini dapat menangani permasalahan perilaku monopolistic rent-seeking (rente monopolistik) serta epidemi fake-clicks.
  2. Situs-situs rating seperti Tripadvisor digantikan dengan situs yang memastikan perlakuan yang sama dan adil pada bisnis yang diberikan rating dengan cara membuat situsnya dimiliki bersama oleh setiap bisnis dalam sebuah koperasi.  Ini juga akan memberikan informasi lebih baik dan berkualitas kepada konsumen karena pengawasan dan pembatasan yang lebih kuat terkait manipulasi ulasan.

Skenario 3: Sebuah koperasi yang memungkinkan siapa saja dapat dengan mudah bergabung dari manapun di dunia.

Ada sebuah paradoks dalam bisnis berbentuk koperasi dan globalisasi. Koperasi memang memiliki sebuah organisasi global terpusat yang unik dan khusus, namun belum ada sebuah koperasi yang memiliki keanggotan dari seluruh dunia secara massal. Kita memiliki “Aliansi Koperasi Internasional” (ica.coop), belum pernah ada sebuah “Aliansi Perusahaan Terbatas Internasional” (International Shareholder Owned Business Alliance”. Ironisnya, ada 7 juta pengguna Amazon Prime di Inggris dan 56 juta pengguna di Amerika Serikat, tapi tidak ada satupun cabang internasional Nationwide Building Society di Amerika Serikat, padahal telah memiliki 16 juta anggota di Inggris.

Baru-baru ini saja, sebagai bagian dari gerakan Platform Cooperative, bermunculan koperasi – koperasi perintis yang memungkinkan orang-orang di seluruh dunia dapat bergabung, bahkan kadang semudah berlangganan Spotify. Saya sengaja secara khusus  menggunakan Spotify sebagai contoh, karena memang ada platform streaming musik serupa bernama Resonate, yaitu koperasi yang dimiliki oleh para pendengar dan musisi. Kooperasi platform yang memungkinkan kita menjadi anggota hanya dalam beberapa menit, dari negara manapun di dunia, dapat meningkatkan keanggotaan mereka lebih cepat dan memiliki potensi keanggotaan yang lebih besar daripada koOperasi -koOperasi sebelumnya.

Co-op Exchange, akan menjadi koperasi yang memungkinkan anggota baru dari seluruh dunia untuk bergabung secara mudah, dengan menginstal aplikasi. Anggota dapat melakukan investasi minimal sejumlah 1 sen ke kooperasi lain. Cara bergabung akan menjadi lebih mudah lagi dan jumlah orang yang bergabung dapat lebih besar dari koperasi konvensional apapun pada sektor finansial. Tidak pernah ada sebelumnya sebuah credit union yang memungkinan penduduk Amerika dan India menjadi anggotanya, setidaknya semudah mengunduh sebuah aplikasi. Ini akan menjadi sebuah bagian dari ekosistem yang membuat orang dapat lepas dari dominansi perusahaan terbatas saham konvensional dan berpindah ke sebuah koperasi persemakmuran baru, serupa dengan ketika masyarakat berpindah dari feodalisme ke kapitalisme. Masyarakat akan dapat kemudian memperoleh, membelanjakan, menabung bahkan menginvestasikan uang mereka melalui sebuah koperasi lebih mudah dari sebelumnya.

Kooperasi dengan keanggotaan massal di banyak negara akan menyelesaikan kecenderungan paradoks koperasi yang dikelola secara global, tetapi tetap beroperasi secara lokal. Namun, perkembangan paradoks baru akan muncul sebagai hasil dari setiap orang yang terhubung jaringan berstatus menjadi anggota potensial. Akan ada peningkatan kerjasama antara koperasi yang menawarkan layanan berbeda dan persaingan antara koperasi yang menawarkan layanan yang sama. Dua contoh berikut menjelaskan bagaimana ini terjadi :

  1. Seorang penduduk Iowa dan California menonton film dokumenter tentang dua buah koperasi, satu koperasi di Iowa dan satunya lagi di Alaska. Bahkan jika keduanya terinspirasi oleh film tersebut, hanya si penduduk Iowa yang memiliki kemungkinan untuk bergabung dengan koperasi yang disajikan dalam film dokumenter tersebut sebagai hasilnya, dan itupun hanya satu dari koperasi tersebut.
  2. Seorang penduduk Iowa dan seseorang di India menonton film tentang Resonate dan Coop Exchange. Maka keduanya dapat bergabung dengan kedua koperasi tersebut hanya dalam beberapa menit. Ini dapat menciptakan kerjasama antar koperasi, karena keduanya mendapat manfaat dari promosi film yang sama.
  3. Seorang penduduk Iowa dan di India menonton film tentang dua Credit Union (koperasi kredit) daring dan sepenuhnya global, yang menawarkan layanan yang sama. Jika mereka memilih untuk bergabung, kecil kemungkinan mereka akan membuka akun di setiap satu dari Credit Union tersebut. Ketika salah satu Credit Union memiliki tarif yang lebih baik, maka akan lebih banyak penonton promosi tersebut akan bergabung pada Credit Union tersebut. Ini menciptakan persaingan antara kedua Credit Union pada promosi yang sama, dan akan lebih masuk akal bagi kedua serikat kredit untuk membuat film dokumenter terpisah sendiri – sendiri  yang tidak mempromosikan kompetitornya.
  4. Credit Union lokal di Iowa dan India tidak akan saling bersaing, tetapi dua Credit Union yang bersifat global akan bersaing satu sama lain, juga dengan Credit Union lokal di Iowa dan India. Koperasi yang menawarkan layanan yang sama secara global akan bersaing dengan setiap koperasi yang menawarkan layanan yang sama di manapun.

Ini menimbulkan potensi terjadinya dinamika baru–sementara kerjasama antar koperasi sebagian besar telah terjadi antara koperasi pada bidang atau area yang sama, koperasi platform dapat menciptakan kerjasama secara global antara koperasi, lintas sektor industri.

Skenario 4: Mutualisasi Platform Massa yang telah hadir

Mutualisasi massal, atau mengubah bisnis yang ada menjadi koperasi platform, dapat terjadi dalam dua cara:

1) Bisnis platform dengan kepemilikan saham terbatas diubah menjadi koperasi

Tumblr, sebuah situs web dengan 450 juta pengguna bulanan dijual seharga $3,5 juta. Jika saja 0,1% dari pengguna mereka berkontribusi rata-rata $1/bulan, mereka dapat mengumpulkan lebih banyak uang dalam waktu kurang dari setahun. Jalur terobosan kooperasi platform dapat terjadi melalui cara semacam “cemetery auction” untuk membeli perusahaan baru yang gagal dan memutualisasikannya. Strategi ini bisa disebut strategi “Frankenstein” atau “Phoenix” (membangkitkan sesuatu dari kejatuhan atau kematian). Keterampilan yang penting dimiliki di sini adalah kemampuan untuk mengidentifikasi bisnis mana yang gagal disebabkan oleh karena bentuknya berupa kepemilikan saham terbatas dan dapat berhasil ketika bergerak dalam bentuk koperasi. Mungkin salah satu indikatornya dapat berupa batasan bahwa platform tersebut didasarkan pada transaksi non-finansial. Contohnya, sebuah layanan platform dengan tipe tabungan waktu dengan cara berikut: A mengajak jalan – jalan anjing milik B pada hari Senin untuk “tabungan” agar B dapat mengajak jalan – jalan anjing milik A pada hari Selasa, ini memang akan menumbuhkan traksi pada penggunaan platform pendataan pemilik / penjaga anjing secara kolektif. Tetapi bentuk tersebut bukan sesuatu yang platform itu dapat memberikan keuntungan dari dalam kegiatan penabungan data waktu tersebut untuk diberikan kepada investor, maka mungkin platform tersebut akan bekerja lebih baik sebagai koperasi yang dimiliki oleh para pemilik atau penjaga anjing

2) Mengubah kooperasi konvensional menjadi kooperasi platform

Pada artikel sebelumnya saya menyebutkan bagaimana credit union digital di Inggris dan AS sepenuhnya menduduki peringkat perbandingan antar seluruh bank. Alliant Credit Union, peringkat ke-8 terbesar di AS telah menunjukkan bagaimana koperasi besar yang berubah menjadi sepenuhnya digital dapat menghasilkan kisah sukses yang sangat besar. Bayangkan apa yang akan terjadi apabila dua saja bank berbasis koperasi di negara Uni Eropa bergabung dan memutuskan untuk membuka keanggotaan mereka untuk semua orang di Uni Eropa, kemudian membangun tools digital yang inovatif untuk kontrol anggota yang demokratis?

 

Gambar: medium.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.