Komedikan Keruntuhan Singasari Lewat Drama

Spread the love

Pertunjukan Drama Sejarah: Mahasiswa Rombel Pendidikan Sejarah A Unnes 2018 sedang menampilkan drama bertajuk Sirnone Bhumi Singosari.

 

SEMARANG –  Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Semarang (Unnes) 2018 yang tergabung dalam Rombongan Belajar (Rombel) Pendidikan Sejarah A kisahkan keruntuhan Singasari lewat drama. Drama bertajuk Sirnone Bhumi Singosari itu mereka bawakan dengan komedi. Pertunjukan itu digelar di Panggung Ekspresi, Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Unnes pada Jumat (27/12/2019). Sempat diguyur hujan, acara dipindah ke Ruang Workshop, Gedung C5, FIS, Unnes.

Drama yang berlatar tahun 1293 itu bercerita tentang keberhasilan Jayakatwang mengudeta raja Singasari, yakni Kertanegara. Meski bercerita tentang keruntuhan kerajaan, drama tersebut berhasil mengundang gelak tawa penonton. Tawa penonton pecah saat percakapan dan geolan dua tokoh istri Jayakatwang ditampilkan. Pasalnya, dua tokoh istri Jayakatwang itu diperankan oleh mahasiswa laki-laki.

Pemeran Raja Kertanegara, Rizal Akbar mengatakan pertunjukan tersebut bertujuan menampilkan sejarah dengan gaya baru berupa drama komedi. Ia mengungkapkan, drama yang ditampilkan terinspirasi ketoprak.

“Jadi, kami banyak menyisipkan humor dalam drama yang kami bawakan,” ujarnya saat diwawancarai Kalamkopi.

Ia menuturkan, drama tersebut digelar sebagai tugas UAS (Ujian Akhir Semester) Mata Kuliah Sumber dan Media Pembelajaran Sejarah. Kelompoknya memilih sejarah keruntuhan Kerajaan Singasari sebagai cerita drama.

“Banyak orang tak tahu perihal kemunculan Kerajaan Majapahit. Padahal keruntuhan Singasari merupakan salah satu faktor yang melatarbelakangi Majapahit berdiri,” tuturnya.

Ia mengatakan, pertunjukan drama itu membuat pembelajaran sejarah tidak monoton dilakukan di dalam ruang kelas saja. Menurutnya, dengan demikian mahasiswa bisa berkespresi dan mengeksplorasi diri.

“Tidak hanya model pembelajaran di kelas saja, jadi kami bisa menuangkan narasi sejarah dengan cara baru, baik melalui lagu, video, film, maupun drama. Drama ini juga upaya kami menghidupkan ketoprak kembali, yang kini kian redup,” tandas Rizal. (RMK-Ardhiatama Purnama Aji/Nadia).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.