Kontroversi: Adu Pandangan Musikus Punk terhadap Alirannya

Spread the love

Oleh Dana Asajiwanda

Punk’s not dead, bukan sekadar ungkapan halusinasi melainkan sebuah motto hidup komunitas punk dalam mempertahankan eksistensinya. Ungkapan itu bukan berarti meniadakan persaingan dan perbedaan visi misi yang ada di dalam tubuh punk itu sendiri. Bahkan beberapa tahun belakangan, di dalam negeri muncul istilah musisi “punk lucu-lucuan” dan “punk lebay”.

Seingat saya, istilah itu muncul saat beberapa kelompok masyarakat sedang ramai-ramai menolak ditetapkannya RUU Permusikan. Istilah “punk lucu-lucuan” dilabelkan bagi musisi punk yang memilih jalan “main aman” ketimbang memilih jalan yang lebih radikal. Banyak yang mengira istilah ini ditujukan kepada Erix Soekamti. Sedangkan, “punk lebay” dilabelkan karena terlalu menjunjung tinggi idealisme punk dalam menyuarakan penolakan terhadap RUU tersebut. Dalam hal kubu ini, muncul Jrx SID sebagai tokoh utamanya. Para musikus punk yang memiliki ribuan penggemar mulai saling sindir antarkubu. Pecinta musik punk sebagai “tentara pendukung” terbelah menjadi dua kubu dikarenakan idolanya berbeda pilihan visi misi. Akibatnya, penolakan RUU yang semula menjadi fokus utama telah terbelah dan pokok masalahnya melebar kemana-mana.

Jauh sebelum istilah itu muncul di dalam negeri, tepatnya pada penghujung tahun 2015, musisi punk besar dengan jutaan penggemar di dunia yaitu Billie Joe Armstrong dari Green Day muncul dengan pemikiran yang lebih “gila”. Bagaimana tidak, ia mencuitkan keinginan dalam akun media sosialnya yang berbunyi “Misiku di tahun 2016? Menghancurkan istilah pop punk selama-lamanya”. Ia beralasan bahwa punk dan pop adalah sesuatu yang berbeda dan tidak bisa disatukan dalam satu kesatuan aliran musik. Tentu saja hal ini mengusik keheningan pecinta punk yang sedang mendengarkan playlist musik dari Blink-182. Haha, Peace bro!

Perbedaan pandangan antar aliran ini juga tidak luput dari band punk rock asal Amerika, yaitu Dead Kennedys. Sewaktu merilis “Nazi Punks Fuck Off”, banyak dari penggemar yakin bahwa lagu ini sebagai wujud yang mempresentasikan ketidaksamaan pandangan dengan aliran nazi punk. Nazi punk dianggap tidak sejalan dengan prinsip komunitas punk yang berjalan di atas perbedaan, kesamaan kedudukan manusia, dan yang sangat hakiki adalah anti terhadap fasisme.

Sangat dimungkinkan masih banyak contoh kasus perbedaan pandangan seperti ini. Beberapa kasus yang saya suguhkan di atas hanya sebagai sedikit gambaran bahwa aliran punk memiliki kesamaan seperti aliran musik yang penuh dengan kontroversi. Sebagai penutup, saya hendak mengutip penggalan lirik “My My, Hey Hey” ciptaan Neil Young yang berbunyi:

“My my, hey hey

Rock and roll is here to stay

It’s better to burn out than to fade away

My my, hey hey,”

 

Dana Asajiwanda, Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Negeri Semarang 2018

 

-Ilustrasi: i.ytimg.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.