Laporan Sindikat Anak Mami untuk Tamansari

Spread the love

Kami sadar bahwa donasi tidak akan pernah cukup. Pun tidak bisa pula untuk menyelesaikan akar permasalahan. Sebab, penggusuran, baik itu di Tambakrejo Semarang atau di Tamansari Bandung, sebenarnya merupakan persoalan ekonomi-politik. Maka, barangkali, solusinya pun harus berpijak dari situ.

Namun itu bukan berarti menyepelekan solidaritas dalam bentuk donasi. Hari ini gerakan seperti itu tetap penting. Dukungan moral dan material tetap berharga bagi korban penggusuran. Dan, ini yang penting, bisa menjadi alat untuk menunjukkan kepada penguasa bahwa solidaritas antar rakyat, baik itu yang lintas geografis, agama, suku, profesi, masih tetap ada. Kurang lebih, persis di situ pula, Sindikat Anak Mami, mencoba hadir ke permukaan.

Sindikat Anak Mami (selanjutnya disingkat SAM) merupakan kolektif-tak-mengikat yang berisi orang-orang dari beragam latar belakang dan organisasi. Bermula dari lingkaran Nir Café & Workingspace, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes, Kedai Kopi Kang Putu, Kalamkopi, lalu Kooperasi Moeda Kerdja. Lingkaran di luar itu pun cukup banyak. Seiring berjalannya waktu, lingkarannya pun membesar, membesar, dan stagnan. Namun satu yang pasti dari kolektif-tak-berbentuk ini; bersolidaritas dan membersamai sebisanya, semampunya. Begitulah.

Beberapa waktu yang lalu, SAM menggelar serangkaian agenda untuk membersamai warga Tambakrejo Semarang. Serangkaian agenda tersebut ditujukan untuk menggalang donasi. Proses dan penyaluran donasi untuk warga Tambakrejo dapat diakses di sini.

Pada awalnya, seluruh donasi yang diterima oleh SAM akan disalurkan untuk warga Tambakrejo. Namun karena satu-dua pertimbangan, akhirnya SAM memutuskan untuk menyimpannya terlebih dahulu. Sisa dana saat itu berjumlah Rp. 5.180.000. Ada dua orang yang memegang uang donasi tersebut yakni; Rp. 4.930.000 oleh BYK dan Rp. 250.000 oleh DM.

Donasi untuk Tamansari

Pada Kamis pagi (12/12/2019), lahan warga RW. 11, Tamansari, Kota Bandung, digusur paksa oleh Pemerintah Kota (Pemkot). Penggusuran dan praktik kekerasan aparatur negara di Tamansari dilakukan ketika proses peradilan masih berlangsung. Rumah warga rata. Banyak teman yang luka-luka, bahkan ditangkap oleh aparat kepolisian. Tidak lama berselang, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung pun menerbitkan rilis untuk mengecam proses penggusuran di Tamansari. Rilisan LBH Bandung, yang memuat kronologi dan tuntutan pascapenggusuran, dapat diakses di sini.

Melalui jejaring media sosial, kabar dari Bandung tersebut segera sampai di Semarang. Alhasil kabar penggusuran itu pun mulai dibicarakan di grup WhatsApp SAM. Ada satu topik obrolan yang cukup panjang didiskusikan yakni: Menyalurkan dana umat yang dipegang SAM untuk warga Tamansari. Setelah meninjau beberapa pertimbangan, akhirnya SAM sepakat untuk berdonasi untuk warga korban penggusuran di Tamansari, Bandung[i].

Bentuk penyaluran donasi ke Tamansari dilakukan dengan dua cara. Pertama, donasi dalam bentuk uang dengan jumlah Rp. 2.000.000, diberikan via transfer (oleh BYK) kepada pemegang donasi di Tamansari, Shella. Kedua, donasi dalam bentuk barang dengan jumlah total pembelian Rp. 2.200.000. Nota seluruh pembelian barang bisa diakses di sini.

transfer

Berikut ini alur pendistribusian donasi dalam bentuk barang ke Tamansari. Salah seorang penghuni grup WhatsApp SAM, BYK, mengirim uang kepada temannya di Bandung. Teman tersebut berinisial GCP. Oleh karena GCP ada di Tamansari, maka daftar kebutuhan warga pun dapat dengan cepat dicatat. Dalam proses pembelanjaan barang-barang kebutuhan warga, GCP dibantu oleh LP dan kolega BYK lainnya, AM. Maka, ada tiga orang yang turut andil mendistribusikan donasi dari SAM yakni: GCP, LP, dan AM. Rincian barang yang didistribusikan ialah:

  1. Saringan air minum (Nazava Bening XL 27,5 liter)
  2. Ciki
  3. Sepuluh mangkok
  4. Serok
  5. Dua susuk goreng
  6. Delapan piring
  7. Dua belas gelas
  8. Dua panci
  9. Dua baskom
  10. Dua talenan
  11. Dua pisau
  12. Advance Magic Com
  13. Box kabel tipis
  14. Enam bantal
  15. Dua kertas nasi
  16. Dua dus sendok
  17. Dua belas CD ‘M’
  18. Dua belas CD ‘L’
  19. Dua belas CD ‘XL’
  20. Enam HTE (?)

Terakhir, sisa uang yang masih dipegang SAM (data 17/12/2019, 12:53 WIB) setelah berdonasi untuk warga Tamansari Bandung ialah Rp. 980.000, yang dipegang oleh dua orang: Rp. 730.000 oleh BYK dan Rp. 250.000 oleh DM. Sembari menunggu kabar terbaru dari Tambakrejo dan Tamansari, dana tersebut akan disimpan terlebih dahulu untuk peristiwa incidental lainnya. Jika kebutuhan dana kurang, seperti biasa, SAM dengan senang hati akan mengadakan “Panggung Tumpukan” berikutnya dengan semangat yang sama; bersolidaritas dengan sebisanya, semampunya. (BYK)

Catatan Akhir

[i]Dana yang dipegang SAM pada awalnya memang untuk warga Tambakrejo Semarang. Namun dengan pertimbangan bahwa Tamansari pun sama-sama peristiwa insidental, penggusuran, SAM pun akhirnya sepakat untuk menyalurkannya ke Tamansari. Kesepakatan tersebut bisa muncul setelah berkoordinasi terlebih dahulu dengan teman-teman di Tambakrejo. Selain itu, SAM pun sepakat jika Tambakrejo kembali membutuhkan bantuan, seperti biasa, SAM siap membantu sebisanya, semampunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.