Lelaki Penyayang

Spread the love

Cerpen Fahmi Abdillah

“Aku ingin melihatmu tersenyum.” Jo membuka perkenalan kami.

“Aku ingin melihatmu makan.” Jo mengajakku berkencan untuk kali pertama.

“Aku ingin melihatmu bahagia setiap hari.” Dengan kalimat semacam itu, Jo membuatku tak bisa menolak apa pun tawarannya.

Jo memang lelaki yang berbeda.

Jo begitu mencintaiku. Dia selalu mengutamakan kerelaanku. Dia ingin aku selalu senang bersamanya. Dia melarang rasa susah ikut campur dalam hubungan kami. Dia tak pernah memaksa. Jo selalu merundingkan keinginannya secara terbuka.

“Aku ingin menghabiskan waktu denganmu.”

Tentu saja aku mau. Ajakan itu yang membawaku ke Bali bersamanya.

“Aku ingin melihatmu tidur.”

Bagaimana aku bisa menolak permintaan seromantis itu? Ya, kami memesan satu kamar hotel untuk berdua.

“Aku ingin melihatmu berganti busana.”

Walau ragu, tetap kulakukan. Jo berhak mengenali tubuhku seutuhnya.

Jo begitu mencintaiku. Dia selalu mengutamakan kebahagiaanku dan buah hati kami.

“Aku ingin anak kita memiliki masa depan yang sempurna.”

Itu yang Jo ucapkan saat aku mengaku mengandung anaknya.

“Aku ingin melihatmu selalu berkecukupan dan berbahagia.”

Itu bukti cinta Jo padaku. Jo mengucapkan kalimat terakhir itu sambil menjabat tanganku saat aku duduk di pelaminan.

Ya, Jo merelakan aku bersanding dengan laki-laki lain.

Fahmi Abdillah, alumnus Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang, guru madrasah tsnawiyah negeri di Kota Semarang

Gambar Ilustrasi: Brilio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.