Membincang “Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional”

Spread the love

Oleh Muhimmaturrisana

 

Penulis : Sartono Kartodirjo

Jumlah Halaman : 330 halaman

Penerbit : PT. Gramedia

Tahun terbit : 2014

Sinopsis Buku

Di dalam buku ini menceritakan awal mulanya praktik imperialisme dan kolonialisme Belanda pada periode 1850-1900 pada bab awal. Juga dijelaskan bagaimana kondisi sosial budaya dan politik pada masa kolonial pada bab-bab selanjutnya hingga berujung pada masa pergerakan nasional yang ditandai dengan munculnya organisasi-organisasi.

Pada bagian awal Belanda menggunakan praktik kolonialisme pada periode 1850-1900. Mereka tidak hanya menetapkan kebijakan pemerasan terhadap rakyat namun mereka pada periode ini juga membuka kesempatan bagi Rakyat Indonesia untuk mengenyam pendidikan. Yang dikenal dengan politik etis. Walaupun awalnya hanya diperuntukan bagi bangsawan, namun, lambat laun rakyat pribumi juga dapat bersekolah meskipun mendapat perilaku yang berbeda.

Dengan adanya sekolah bagi masyarakat pribumi berimbas dengan timbulnya berbagai macam organisasi. Organisasi yang pertama kali muncul adalah Boedi Oetomo. Setelah itu banyak muncul organisasi-organiasi yang bergerak di berbagai bidang seperti Sarekat Islam dan berujung hingga terjadinya peristiwa Sumpah Pemuda. Pada masa inilah disebut dengan masa pegerakan nasional.

Kelemahan Buku

  1. Banyak kalimat yang tidak efektif.
  2. Terlalu banyak kata penghubung karena, dengan, kemudian.
  3. Banyak tanda baca yang tidak sesuai.
  4. Sering terjadi typo.

Kelebihan Buku

Kelebihan dari buku ini adalah berasal dari sumber-sumber primer yaitu arsip-arsip terjemahan Belanda, majalah, dan surat kabar. Selain itu, walaupun sebagian besar yang digunakan adalah arsip Belanda, bahasa yang digunakan tidak terlalu sulit.

 

Muhimmaturrisana, Mahasiswi Pendidikan Sejarah Unnes 2019

 

Gambar: http://opac.iain-surakarta.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.