Ngonggar-Nganggur, Nyo Kopi!

Spread the love

Oleh Wahyu Prio Utomo

Penikmat kopi kian hari semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan maraknya bisnis kedai kopi di berbagai kota seluruh Indonesia. Penikmatnya pun beragam, tidak hanya kalangan laki-laki yang bisa menikmati sambil berbincang-bincang dengan teman sebaya atau yang biasa disebut teman nongkrong, tapi kini banyak diminati oleh sebagian perempuan bahkan salah satunya menekuni profesi barista. Tren konsumsi kopi di kalangan pemuda berpotensi besar meningkatkan jumlah konsumsi kopi  di Indonesia, pernyataan tersebut didukung oleh data yang bersumber dari International Coffee Organization (ICO) yang menunjukkan adanya trend kenaikan konsumsi kopi di Indonesia.[1]

Pangsa pasar kopi meliputi nasional dan internasional. Nilai ekonomis kopi yang layak diperhitungkan, menjadikan kopi banyak diminati juga oleh petani. Umumnya, petani menanam kopi disandingkan dengan macam-macam tanaman lain, misaL pisang, cengkeh, lada atau pula kelapa. Sistem penanaman campur tersebut efektif dalam penghematan lahan. Sama halnya yang dilakukan oleh Pak Handoko, ketua kelompok tani di Dusun Hargo Kiloso Desa Kelun Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo. Mayoritas pendapatan ekonomi dusun tersebut ialah bercocok tanam mulai dari lemon, durian, coklat, hingga kopi yang menjadi ciri khas perkebunan itu, sampai-sampai dijuluki kampung kopi.[2] Jenis kopi yang diproduksi yaitu Arabika dan Robusta.

Sama halnya dengan jenis kopi lainnya atau bahkan sesama kopi lainnya, sudah barang tentu tiap kopi berbeda dalam hal cita rasa dari daerah lain. Namun, keunggulan cita rasa yang dimiliki kopi hargo kiloso khas Telaga Ngebel ini tidak akan dimiliki oleh kopi dari daerah lain, yakni kopi ngebel. Ia memiliki cita rasa unik yaitu asam menyerupai masam tamarin dan masam asem jawa, untuk aromanya sendiri hampir menyerupai manisnya gula aren, kemungkinan biji kopi ditanam pada satu area pertanian yang sama sehingga sedikit membawa pengaruh pada aroma kopi. Biasanya bagi penikmat kopi, tidak perlu lagi menambahkan gula ketika menikmati kopi yang satu ini. Hal ini dikarenakan after taste gula aren pada kopi ngebel mampu menimbulkan rasa manis ketika diminum, meskipun tanpa menambahkan gula di dalamnya.

Kalian bisa mendapatkan kopi tersebut di Kedai Wijsoen Coffee yang terletak dijalan M. Thamrin No. 69, Bangunsari, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur dengan Kode Pos 63419. Mulai buka pukul 09.00-23.00 WIB, atau cek instagram @wijsoencoffee.




Catatan Akhir

[1]Hariannusa.com, Monica Seftaviani Sijabat, “Kedai Kopi: Bisnis Masa Kini Menjanjikan di Masa Depan”.

[2]lpmalmillah.com, Syamsulhadi, “Nikmatnya Kopi dari Hargo Kiloso Ngebel”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.