Pasar Jadul Ahad Legi Bangkitkan Nostalgia Masa Lalu

Spread the love

Ngawi—Pasar Jadul Ahad Legi, yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Ngawi yang berkerja sama dengan Jinawi Promosindo berhasil membawa para pengunjung bernostalgia dengan masa lalu, Minggu (13/10/2019). Event yang diselenggarakan setiap Ahad Legi berlokasi di Taman Wisata Tawun.

Suprio, salah satu pengunjung, mengungkapkan bahwa Pasar Jadul Ahad Legiberhasil membawa ingatanya pada masa kecilketika berwisata ke Tawun sekitar tahun 1960-an, karena semua konsep yang dihadirkan dalam Pasar ini bernuasa kuno, mulai dari makanan, minuman dan mainan tradisional yang dijual hingga pakaian lurik yang dikenakan oleh panitia dan para pedagang.

WhatsApp Image 2019-10-15 at 16.14.51.jpeg

Selain itu lokasi pasar sengaja ditempatkan di jalan yang samping kanan kirinya terdapat barisan pohon bambu menambah nuansa kuno. Ditambah lagi transaksi jual beli yang dilakukan tidak menggunkan uang asli rupiah, melainkan menggunakan replika koin kuno yang telah disiapkan oleh penyelenggara acara, sehingga para pengunjung harus menukarkan terlebih dahulu uang asli mereka dengan replika koin kuno diPanggon Ijol Duwit(Tempat Penukaran Uang) sebelum berbelanja.

Pasar Jadul Ahad Legi lahir dari ide anak-anak muda yang tergabung dalam Jinawi Promosindo untuk mengangkat potensi pariwisata di Ngawi. Grandis, salah satu anggota Jinawi Promosindo, mengatakan bahwa salah satu potensi yang bisa digali dari Taman Wisata Tawun ini adalah membuat sesuatu yang baru dan unik, seperti Pasar Jadul Ahad Legi. Menurutnya dalam perhelatan Pasar Jadul Ahad Legi ini berhasil menarik masyarakat untuk berwisata kembali ke Taman Wisata Tawun. Hal ini dapat dibuktikan dengan antusias ribuan masyarakat yang hari ini telah hadir, padahal ini sudah kali keempat event ini diselenggarakan sejak pertama kali pada Ahad Legi 13 Oktober kemarin.

WhatsApp Image 2019-10-15 at 16.14.23

“Sebelumnya, konter yang kami sediakan di tempat loket untuk menghitung jumlah pengunjung, mencatat kurang lebih 6000 pengunjung yang datang mulai dari pukul 06.00 sampai 12.00. Pasar Jadul Ahad Legi selesai pukul 12.00”, ujarnya.

Ramainya pengunjung memberi dampak positif bagi para pedagang UMKM yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga untuk meramaikan Pasar Jadul Ahad Legi ini. Ibu Ani, salah satu pedagang yang tergabung dalam perkumpulan UKM Makan Minum (Mamin) SERENA, merasa sangat puas dengan acara ini. Menurutnya dengan adanya acara ini, ia dan teman-temannya yang tergabung dalam UKM Mamin SERENA merasa masih diperhatikan oleh pemerintah, selain nilai ekonomi yang dihasilkan. Disisi lain, masyarakat sekitar yang mengelola lahan parkir juga merasakan dampak positif.

Sementara itu, Dedi, salah satu pengunjung yang hadir bersama keluarganya berharap acara ini dapat berlanjut untuk bulan-bulan yang akan datang. Para perantau seperti dirinya yang pulang hanya ketika wekeend merasa sangat terbantu dengan adanya Pasar Jadul Ahad Legi. Karena Pasar ini menjadi tempat liburan sebulan sekali bersama orang tua dan keluarga. Selain itu Intan, pengunjung generasi milenial berharap pedagang yang ada di Pasar Jadul Ahad Legi ditambah untuk mengurangi antrian yang panjang, juga untuk menambah lebih banyak varian makanan tradisioanal yang dijual. Ia juga berpesan kepada masyarakat, khususnya generasi milenial wajib memeriahkan acara seperti ini, selain untuk mengenal dan belajar masa lalu, juga untuk melestarikan budaya.

WhatsApp Image 2019-10-15 at 16.14.51

Selain menawarkan konsep jadul, baik tempat, makanan, minuman dan mainan tradisional, Pasar Jadul Ahad Legi juga memberikan hiburan musik dari “Ngawi Ramah Keroncong” dan Cokekan. Tidak hanya itu, pasar ini juga dimeriahkan oleh tokoh wayang punokawan Bagong dan Petruk sebagai ikon yang dapat diajak berfoto bersama dengan para pengunjung. Penyelenggara acara juga menyediakan dokar untuk jalan-jalan pengunjung yang ingin berkeliling di Taman Wisata Tawun. (RMK-Asep Syaeful Bachri)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.