Peran Media dan Alasan Pemain Inggris Berharga Sangat Mahal

Spread the love

Pada musim dingin 2011, Liverpool resmi memperkenalkan Andy Carrol sebagai penyerang baru mereka menggantikan Fernando Torres yang sebelumnya pindah ke klub asal London, Chelsea. Mahar senilai 35 juta poundsterling harus dikeluarkan The Reds untuk menebus pemain asal Inggris tersebut. Tentu dengan nilai sebesar itu, Carrol langsung menjelma pemain Inggris termahal sepanjang sejarah.

Namun sayang, apa yang ditampilkan oleh Carrol nyatanya tidak sebanding dengan harganya. Dia hanya mampu mencetak 11 gol dari 58 pertandingan yang dijalani bersama Liverpool. Berbanding terbalik dengan Luis Suarez, yang didatangkan dengan harga lebih murah, malah tampil bersinar lantaran mencetak 82 gol dari 133 penampilan di semua kompetisi.

…………..

Kasus Carrol adalah awalan dari tulisan ini, karena selanjutnya, ada banyak kasus-kasus lain yang kejadiannya sangat mirip. Dan semua ini ada hubungannya dengan media yang ada di tanah Britania. 

Ya… Seperti banyak diberitakan, media-media kenamaan Inggris yang cenderung melebih-lebihkan pemain Inggris itu sendiri, terutama saat mereka bermain di pentas Premier League. Padahal, performa mereka cenderung biasa-biasa saja. Namun berkat peran media, performa mereka tampak sangat luar biasa. Akibatnya, banderol pemain tersebut kiani mahal karena pemberitaan yang terlalu berlebihan. 

Sebut saja untuk sekarang ini, kasus Harry Maguire di kubu Manchester United. Pemain berusia 29 tahun itu sampai saat ini adalah bek dengan banderol termahal di dunia usai ditebus dari Leicester City pada musim panas 2019 lalu. Dan hampir semuanya pasti tahu dengan apa yang ditampilkan oleh Maguire musim ini. Bukan hal yang memuaskan namun malah sebaliknya. Belakangan, Maguire terus mempertontonkan permainan-permainan kocaknya.

Tak hanya Maguire, Manchester United tampaknya juga tertipu dengan penampilan manis Jadon Sancho bersama Borussia Dortmund. Ya… Meski sebelumnya tidak bermain di Premier League, tapi Sancho adalah nama berikutnya yang begitu digembar-gemborkan media Inggris. Tak ayal, Setan Merah berani menebus Sancho dengan mahar 90 juta pundsterling. Padahal berdasarkan Transfermarkt, harga Sancho tak semahal itu. Begitu pula pemain-pemain seperti Aaron Wan Bissaka hingga Luke Shaw, yang sebelumnya juga ditebus dengan harga mahal oleh Manchester United.

Selain Manchester United, rival sekota mereka, Manchester City tampaknya juga merasakan betapa nggatelinya pemberitaan media Inggris. Terutama pada musim ini ketika The Citizen berani mendatangkan Jack Grealish dari Aston Villa dengan banderol sebesar 100 juta poundsterling. Harga sebesar itu memang bukan masalah bagi Manchester City. Tapi, kala melihat penampilan dan yang diraih oleh Grealish sebelumnya, harga 30-40 juta poundsterling adalah harga yang lebih pantas disematkan kepada pemain kelahiran Birmingham itu. Grealish tentu bukan nama pertama. Sebab sebelumnya, klub milik Sheikh Mansour itu telah mendatangkan pemain-pemain mahal Inggris lain dalam diri Kyle Walker, John Stones, dan Raheem Sterling.

Meski media sangat berperan, tapi menyalahkan mereka sebagai penyebab utama mahalnya pemain Inggris tentu sesuatu yang sangat berlebihan. Karena sejatinya ada faktor-faktor lain yang membuat pemain Inggris bisa sangat mahal.

Yang paling utama pastinya adalah aturan homegrown player. Aturan itu mewajibkan setiap klub Premier League memiliki, setidaknya, delapan pemain asal Inggris. Sehingga kondisi ini, mau tak mau, membuat pemain lokal menjadi rebutan. Jadi, wajar apabila harga mereka sangatlah mahal. Masalah itu sebenarnya bisa dicari solusinya. Dulu, Chelsea melakukannya dengan mengontrak Robert Green dengan biaya yang terbilang sangat murah.

Selain aturan homegrown player, pada dasarnya, klub-klub Inggris juga memiliki rataan pendapatan tertinggi dibanding di liga-liga Eropa lainnya. Bahkan pernah suatu ketika, klub seperti West Bromwich Albion (WBA) memiliki pendapatan yang sama dengan tim papan atas, nomor empat klasemen La Liga. Padahal pada musim itu, WBA adalah salah satu tim yang terdegradasi dari Premier League. Dengan melihat fakta yang ada, banyak tim yang menaikkan harga pemain mereka, terutama yang berasal dari Inggris, mengingat klub-klub Premier League pasti sanggup membayar harga yang telah ditentukan.

Lebih lanjut, jika kondisi ini terus berjalan pada masa mendatang, pemain-pemain asli Inggris bakal tidak ada nilainya Tak lain, karena kontribusi mereka tidak sebanding dengan harga mahal yang telah dikeluarkan klub. Bahkan pada musim ini saja, ketika Luis Diaz (pemain asal Kolombia) yang didatangkan Liverpool pada Januari lalu perannya lebih krusial daripada Jadon Sancho di Manchester United. Padahal jika dilihat, selisih harga kedua pemain adalah setengahnya.

Kini isu ini menarik untuk ditunggu. Siapakah pemain Inggris berikutnya yang bakal ditebus dengan harga mahal? Namun jika melihat kabar yang beredar, gelandang milik West Ham, Declan Rice adalah orangnya. Pemain berusia 23 tahun itu kabarnya dibanderol sekitar 150 juta poundsterling. Mari kita lihat saja nanti.

Sumber bacaan : 

Transfermarkt: https://www.90min.com/in/posts/5296609-why-are-english-footballers-so-expensive-we-give-you-four-reasons-which-explain-the-trend

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.