Saat Ibu Kota Ukraina Diserbu

Spread the love

Belakangan ini dunia sedang gempar akibat serangan militer Rusia ke Ukraina. Sebelumnya serangan itu telah diumumkan lewat pidato sang Presiden, Vladimir Putin pada (24/2/2022). Portal BBC.com menuturkan, pasukan Rusia bergerak dari banyak arah; utara, timur, hingga selatan melintasi Donetsk, Luhansk, Kharkiv, dan Krimea. 

Tak butuh 24 jam, serdadu Rusia mencocor pertahanan udara dan infrastruktur militer lainnya. Ditambah lagi, pasukan Rusia yang bergerak dari utara menargetkan ibu kota Ukraina, Kiev. Alhasil, roda-roda tank dan truk peluncur roket pun bergerak dari Chernihiv ke jantung Ukraina tersebut.

Dalam catatan sejarah, serangan ke ibu kota Ukraina tak hanya sekali ini terjadi. Pada Januari hingga Februari 1918, Kiev pernah diserang oleh Kelompok Bolshevik. Serangan itu pun mengawali perang antara Bolshevik dan kaum nasionalis Ukraina hingga 1920.

Ukraina Pasca-Kejatuhan Tsar Rusia  

Menurut Serhy Yekelchyk dalam Ukraine: Birth of a Modern Nation, ada dua kekuatan yang saling berebut kekuasaan di bekas Kekaisaran Rusia. Pertama, Pemerintah Provisional yang mewadahi kaum liberal dan diketuai oleh Pangeran Georgii Lvov. Kedua, Kaum Soviet Petrograd yang mewadahi para pekerja dan tentara sosialis yang dipimpin Vladimir Lenin. Keberadaan keduanya menjelma dualisme kekuasaan.

Namun sebenarnya, keadaan politik di Ukraina jauh lebih rumit lagi. Ada entitas ketiga yang dibentuk oleh kaum nasionalis Ukraina. Mereka berhimpun tak cuma untuk membuat revolusi sosial, tapi menjadikan “Ukraina” sebagai kesatuan politik. Hal itu sangat menentukan masa depan hubungan Ukraina-Rusia.

Setelah Provinsi Ukraina lawas kolaps tanpa menumpahkan darah pada 13 Maret 1917, para pejabat Kota Kiev dan politisi liberal mengambil alih kekuasaan dengan membentuk Komite Eksekutif Persatuan Organisasi Sipil, yang mendukung Pemerintah Provisional Rusia. Namun, kaum sosialis mendirikan soviet-soviet di Kharkiv (15 Maret) dan Kiev (16 Maret). 

Sementara itu, para aktivis nasionalis Ukraina baru membentuk Rada Pusat—“Rada” berarti “dewan” dalam bahasa Indonesia—pada 17 Maret 1917. Seorang sejarawan Mykhailo Hrushevsky ditunjuk sebagai ketua, dan secara praktis, bagi semua perwakilan dari partai-partai Ukraina. Tak sendiri, pemuda nasionalis revolusioner seperti Volodymyr Vynnychenko dan Symon Petliura juga bergabung.

Lantas, mereka menginisiasi media massa bertajuk Nova Rada dan banyak majalah periodik lainnya. Gerakan nasionalisme Ukraina juga melanjutkan kerja-kerja kultural yang telah diputus oleh Rezim Tsar Rusia pada abad ke-19. Hal itu mampu menarik animo masyarakat. Tak pelak, pada 1 April 1917, sekitar 100.000 massa berdemonstrasi di Kiev, membawa bendera kuning-biru sebagai simbol nasionalisme Ukraina.

Puncak Ketegangan Bolshevik dengan Rada Pusat

Dalam bukunya, Ukraine: a History, Orest Subtelny menyatakan, para Bolshevik memiliki persamaan dengan kebanyakan orang Rusia di Ukraina: menjadi pihak antagonis bagi gerakan nasionalis. Sebagai Marxis, mereka juga khawatir dengan mobilisasi petani Ukraina yang bisa saja mengancam persatuan kelas pekerja. Salah seorang pemimpin Bolshevik Ukraina, Khristian Rakovsky, bahkan sulit membayangkan eksistensi sebuah bangsa Ukraina. 

Rekannya di Kelompok Bolshevik, Georgii Piatakov menuturkan, “kita seharusnya sungguh-sungguh menolak hak Ukraina untuk menentukan nasib sendiri,” Ia berpendapat bahwa gerakan nasionalis tidak sesuai dengan persatuan kaum proletar. Tak hanya itu, Rusia juga tak akan bisa bertahan tanpa gula, industri, batubara, dan gandum dari Ukraina.

Di tengah kekhawatiran Kaum Bolshevik, Rada Pusat mengumumkan kekuasaan tertinggi mereka di sembilan provinsi Ukraina. Dengan kata lain, mereka memproklamasikan pembentukan Republik Otonomi Ukraina pada 22 November 1917. Akan tetapi, mereka masih ragu untuk memutus hubungan dengan Rusia. Mereka berdalih, tujuan mereka adalah pendirian federasi “yang bebas dan setara bagi rakyat” di bekas Kekaisaran Rusia.

Permusuhan Rada Pusat dengan Bolshevik kian kontras. Menurut Paul Magocsi dalam A History of Ukraine: The Land and Its People, hal itu dimulai ketika Rada menentang Pemerintah Soviet di Petrograd (sekarang St. Petersburg). Rada menginstruksikan unit Ukraina, yang tergabung dalam tentara Rusia, untuk mengabaikan perintah Kelompok Bolshevik. 

Tak hanya itu, Rada Pusat juga menutup Kiev sebagai tempat Kongres Soviet. Selanjutnya, para Bolshevik menyelenggarakan pertemuan di Kharkiv pada 17-25 Desember 1917. Kongres tersebut membidani kelahiran Republik Soviet Ukraina yang diketuai Mykola Skrypnyk dan menjadi subordinasi Pemerintah Bolshevik di Petrograd.

Surat Kabar Australia, Daily Advertiser edisi 4 Januari 1918 mengabarkan, Republik Soviet itu diakui secara resmi oleh Pemerintah Bolshevik di Rusia. Karenanya, Ukraina tak akan mengembargo ekspor gandum ke Rusia Raya.

Penyerangan Kiev

Para Bolshevik kemudian hari menyebut pemerintah nasionalis Ukraina di Kiev sebagai “musuh rakyat”. Pada 25 Desember 1917, tentara Soviet Rusia bersama Pengawal Merah Ukraina yang dipimpin Vladimir Antonov-Ovseenko dan Mikhail Muraviev berangkat menuju Kiev. Mereka berjalan dari Kharkiv dan daerah-daerah Ukraina Timur lainnya. Jumlah pasukan ini berkisar 12.000 orang.

Sementara itu, pertahanan militer Rada bergantung pada pasukan Kazaki, batalion pekerja, Haidamak Kish (di bawah Symon Petliura), dan Batalion Galicia-Bukovinia Sich Riflemen (di bawah Ievhen Konovalets). Jumlah pasukan nasionalis Ukraina ini berkisar 15.000 orang.

Kedua kubu bertarung di sejumlah wilayah Ukraina. Surat Kabar Bendigo Independent edisi 21 Januari 1918, mewartakan pasukan Rusia Bolshevik telah menguasai Poltava dan sebagian Chernihiv, sisi utara Kiev. Di area administratif Kiev, tepatnya Skrivska (kemungkinan sekarang bernama Senkivka, Oblast Kiev), pertempuran sedang berlangsung. Pasukan Bolshevik secara sistematis menghancurkan rel kereta api, telegraf, dan jembatan.

Karena ketidakmungkinan negosiasi lanjutan dengan Pemerintah Bolshevik di Rusia, para anggota Rada bertemu di pusat kota Kiev pada 22 Januari 1918. Rada Pusat merespons invasi Bolshevik dengan proklamasi kemerdekaan Republik Nasional Ukraina pada 25 Januari. Namun, bagi Bolshevik, proklamasi itu tak ada artinya. Mereka tetap bergerak menuju jantung Kiev.

Pada 28 Januari 1918, surat kabar Grafton Argus and Clarence River General Advertiser mengabarkan bahwa para Bolshevik sedang menyiapkan pernyataan perang resmi terhadap Republik Nasional Ukraina. Disebutkan, pasukan Bolshevik sudah mengepung ibu kota Kiev.

Di dalam kota Kiev, para pekerja Rusia mengambil alih gudang senjata dan menawan pasukan Ukraina pada 29 Januari 1918, sekalipun para pekerja harus menyerah beberapa hari berikutnya. Pada hari yang sama, pasukan Petliura berhasil menahan pasukan Muraviev di daerah Kruty. Dan setelah beberapa hari bertarung, pasukan Ukraina menyerah. Sebuah unit berisi 300 tentara pelajar dikepung. Sesudah melawan dengan sengit, para pelajar itu menyerah dan dieksekusi.

Dilansir dari surat kabar West Australian edisi 31 Januari 1918, pasukan Bolshevik mencapai kesuksesan besar di wilayah Kiev. Mereka berhasil melemahkan pengaruh Rada Pusat. Sekalipun, pasukan Ukraina memenangkan pertempuran atas pasukan Bolshevik di Lutzk.

Pada 9 Februari 1918, Goulburn Evening Penny Post memberitakan bahwa Kiev telah jatuh ke tangan Bolshevik yang hanya berbekal 200 senjata api. Mereka mampu meledakkan jembatan di atas Sungai Dnieper dan memaksa pasukan Ukraina untuk menyerah. Setelah itu, pasukan Bolshevik yang dipimpin Muraviev mengeksekusi 2.000-5.000 “musuh rakyat” secara brutal.

Tak ayal, pemerintah Republik Nasional Ukraina terpaksa memindahkan ibu kota ke arah barat, tepatnya Kota Zhytomyr, semenjak kekalahan mereka atas Bolshevik. Walau demikian, peperangan Soviet-Ukraina tetap berlanjut, bahkan hingga tahun 1920an.

Sekali lagi, peperangan di jantung Ukraina, Kiev, bukan terjadi kali ini saja. Pada 1918 hal demikian juga terjadi. Tentu saja, meski berpotensi masih saling berkaitan, selalu ada konteks yang khas dari peperangan pada masa lalu dan masa kini. Pertanyaannya, lantas apa yang bisa dipetik dari peperangan belakangan ini? (BYK)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.