Sebelum Izin Dicabut, Warga Tetap Akan Mendirikan Tenda

Spread the love

(BERITA) Masyarakat Pegunungan Kendeng yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) membangun tenda di depan kantor Gubernur Jawa Tengah. Setelah melakukan longmarch pada tanggal 9 Desember 2016, petani pegunungan kendeng kembali menggelar aksi lanjutan dengan membangun tenda di depan Kantor Gubernur. Dalam aksi ini, tuntutan para petani masih sama yaitu untuk mencabut Izin Pendirian Pabrik Semen,  di Rembang. Sebelumnya putusan Mahkamah Agung menyatakan bahwa persidangan melalui jalur hukum telah dimenangkan oleh para petani kendeng.

Kemenangan tersebut nampaknya tidak diindahkan oleh Gubernur Jawa Tengah. Setelah mengetahui amar putusan Surat Izin Pendirian Pabrik Semen oleh Mahkamah Agung yang dimenangkan warga, Gubernur Jawa Tengah tersebut memang telah mencabut Izin Pendirian Pabrik Semen. Akan tetapi, setelah itu Ganjar Pranowo membuat banyak pihak terkejut dengan memberikan izin baru untuk pendirian pabrik semen, dengan pertimbangan bahwa skala dalam izin baru tersebut telah diperkecil.

Hari ini, Rabu, 21 Desember 2016 adalah hari ketiga dari pelaksanaan aksi tenda perjuangan di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah. Mereka bersikeras dan bertekad untuk bertahan di depan Kantor Gubernur hingga surat izin pendirian pabrik yang baru tersebut dicabut. Meskipun cuaca panas menyelimuti tenda perjuangan mereka, namun hal tersebut tidak menghalangi tekad mereka untuk tetap bertahan di depan Kantor Gubernur Jawa tengah.

img-20161223-wa0011

Aksi ini dilakukan dengan damai dan tertib. Para petani kendeng awalnya mendirikan tenda tepat di depan gerbang Kantor Gubernur Jawa Tengah, namun dalam aksi keesokan harinya, mereka diminta untuk berpindah tempat, karena tempat tenda yang sebelumnya dianggap menghalangi jalan keluar masuk mobil pejabat pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Perintah itu dipedulikan oleh para petani pegunungan kendeng,  dan mereka pun akhirnya mengikuti arahan untuk berpindah tempat sedikit meminggir dari lokasi awal pendirian tenda. Sementara itu, para petani kendeng pun akan segera meninggalkan tempat aksi mereka setalah pukul 18.00 WIB, sebagai bentuk menaati peraturan yang tidak memperbolehkan aksi melebihi batas waktu yang telah ditentukan.

Dalam kegiatan ini para petani Rembang tidak sendiri. Banyak masyarakat dari berbagai elemen yang masih setia mengawal kasus Rembang tersebut. Mulai dari berbagai organisasi, komunitas, mahasiswa, dan tokoh lintas agama. Mereka memberikan dukungannya dengan cara mereka masing-masing. Ada yang mengajak main dan belajar anak-anak yang mengikuti perjuangan ibunya, ada yang memberi segala macam bentuk donasi, ada yang meninjau perkembangan kasus, dan memberikan semangat untuk tetap berjuang membela pelestarian lingkungan pegunugan kendeng.

img-20161223-wa0007

Rencananya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, akan memberikan jawaban atas tuntutan masyarakat pegunungan kendeng terkait dengan izin baru pendirian pabrik semen tersebut, pada tanggal 17 Januari 2017. Dan warga kendeng siap untuk bertahan dengan tenda mereka, hingga tanggal yang telah ditentukan. (Ervan)

Gambar: kalamkopi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.