Sejarah Agama-Agama di Indonesia

Spread the love

Judul                  : Sejarah Agama-Agama di Indonesia
Penulis              : Djenar Respati
Penerbit            : Araska
Pengulas           : Nanang Rendi Ahmad

Sering kita ucapkan dimana-mana dan kepada siapa saja. Bahkan, kita mengklaim sudah memeluknya. Ya, itulah Agama. Namun, apakah kita sebagai umat beragama dan sebagai warga negara Indonesia paham dan mengerti tentang sejarah masuknya agama-agama ke Indonesia?. Buku Sejarah Agama-Agama di Indonesia mengungkap proses masuk dan perkembangan agama-agama tersebut. Buku karya Djenar Respati ini mejabarkan secara singkat dan jelas tentang sejarah agama Hindu, Buddha, Islam, Kristen, Katholik, dan Kong hu cu, kemudian proses masuknya ke Indonesia hingga agama-agama tersebut berkembang.

Diterangkan dalam buku ini bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia tidak bisa dilepaskan dengan perkembangan dari agama Hindu itu sendiri, yang semula disyiarkan oleh bangsa Indo-Arya di India saja. Namun dalam perkembangannya agama ini bisa masuk ke berbagai penjuru dunia  khususnya Asia Tengah dan Asia Tenggara. Sama seperti agama Hindu, agama Buddha masuk ke Indonesia tidak lepas dari perkembangan kerajaan-kerajaan kuno di Nusantara serta perkembangan agama ini di negeri kelahirannya yaitu India. Untuk agama Kristen, diperkenalkan pertama kali oleh bangsa Belanda pada abad ke-16, sasaran mereka adalah penganut animisme di Indonesia bagian timur, kemdian masuk ke Sumatera (Batak). Berbeda dengan Kristen, agama Katholik masuk ke Indonesia dibawa oleh bangsa Portugis lewat imam-imam Katholik. Walaupun Katholik lebih dahulu ada di Indonesia daripada Kristen, namun Katholik oleh VOC didiskriminasi habis-habisan, keberadaan gereja Katholik dilarang sepenuhnya, bahkan imam-imam Katholik yang berkebangsaan Portugis diusir dan digantikan oleh pendeta-pendeta Kristen dari Belanda. Akibat kebijakan VOC tersebut, banyak umat Katholik yang dikristenkan.

Didalam buku sejarah agama-agama di Indonesia juga disinggung mengenai sejarah agama Kong Hu Cu di Indonesia, agama yang mempunyai sejarah kelam karena baru diakui keberadaannya Indonesia pasca Orde Baru. Pada era Orde Baru, segala aktivitas yang berbau Tionghoa sangat dilarang, akibatnya banyak pemeluk kepercayaan tradisional Tionghoa memeluk salah satu dari 5 agama yang diakui untuk mengindari permasalahan politis. Pada era Reformasi, ditangan Gus Dur, dengan mengeluarkan Kepres Nomor 6 Tahun 2000 yang berkaitan dengan pencabutan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang agama, kepercayaan, dan adat istiadat Cina, Umat Kong Hu Cu dapat menjalankan aktivitas agamanya tanpa rasa was-was dan takut lagi.

Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia mempunyai sejarah panjang untuk masuk dan berkembang di Indonesia. Menurut Mansur Suryanegara dalam bukunya yang berjudul menemukan sejarah, terdapat 3 teori mengenai proses masuknya Islam di Indonesia, yakni Teori Gujarat, Teori Makkah, dan Teori Persia. Masing-masing teori menjelaskan waktu masuknya Islam di Indonessia, asal serta tentang pembawa agama Islam ke Nusantara.

Sebenarnya masih banyak yang dibahas didalam buku ini yang belum dituangkan dalam ulasan ini, mengenai kelahiran dan eksistensi masing-masing agama di tanah kelahirannya, pengertian dari masing-masing agama, serta sisi lain agama-agama tersebut di Indonesiaia. Buku ini memberikan banyak pengetahuan bagi kita mengenai sepak terjang agama-agama terebut di negeri asalnya maupun di Indonesia. Buku ini mengajak kita mengenal agama-agama lain selain agama yang kita anut, dengan begitu setiap penganut agama tertentu diharapkan bisa menghargai penganut agama lain dalam menjalannkan ajaran agamanya. Namun, bagi kita sebagai kaum intelektual, buku ini memiliki tujuan edukatif yang memberikan pembelajaran pada kita semua mengenai hal sejarah kelahiran serta proses masuk dan berkembangnya agama-agama di Indonesia yang didukung dengan sumber-sumber pustaka yang melimpah.

“Justru kalau agamamu kuat, kau akan menghormati agama orang lain”

-Pidi Baiq-

Selamat membaca!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.