Serial Diskusi: Penjelasan Sejarah (Historical Explanation) 4

Spread the love

Oleh Ika Nur Karimah

BAB IV: Analisis Struktural

Analisis Struktural, pertama kali diperkenalkan dalam bidang Ilmu Sejarah melalui tradisi pemikiran strukturalis (Marxisme dan Strukturalis). Marxisme secara determinisme ekonomi berpendapat bahwa struktur mempunyai hubungan kausal dengan dengan dunia nyata (Materalisme Historis). Namun kaum non-Marxis menolak konsep determinisme ekonomi, tetapi menekankan detreminisme dunia nyata dengan struktur, dan hanya menandai hubungan antar keduanya. Struktur juga dipakai sejarawan dari Mahzab Annales, namun mereka lebih dipengaruhi oleh konsep dari strukturalis dan menjaga jarak dengan Marxisme.

Analisis struktural digunakan untuk mengungkap sejarah secara total berdasarkan fakta yang mendalam. Dalam konsep struktural, sejarawan tidak boleh berhenti begitu saja pada fakta. Sejarawan harus memahami, mengerti dan menjelaskan fakta-fakta tersebut agar tidak terjebak dalam satu teori sejarah. Kelebihan analisis struktural agar penulisan peristiwa-peristiwa sejarah tidak hanya lurus dan mengembangkan faktor-faktor di bawah sejarah. Dengan itu, sejarawan dapat lebih luas memahami kejadian-kejadian sejarah.

Menurut Braudel, waktu dalam sejarah dibagi menjadi tiga, yaitu struktur (jangka panjang), konjungtur (jangka tengah), dan peristiwa (jangka pendek). Struktur dipengaruhi oleh faktor geografis, konjungtur dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan peristiwa di latarbelakangi oleh politik.

Menurut Christopher Lloyd dalam Expalanation in Social History, konsep struktur mempunyai tiga aliran, yaitu: aliran pertama adalah budaya, aliran kedua adalah geografi, ekonomi, sosial dan aliran ketiga memfokuskan diri pada epistemologi dan metodologi dalam hubungan antara strukturalisme maupun penjelasan lainya. Sebagai sejarawan, aliran pertama dan kedua yang menjadi perhatian.

Dalam buku ini, Kuntowijoyo menjelaskan tiga macam penjelasan sejarah dalam historiografi indonesia. Masing-masing adalah struktur budaya, struktur sosial dan struktur materiil. Struktur budaya yaitu semua tindakan sosial harus dimengerti berdasarkan struktur simbolis. Contoh buku yang menggunakan pendekatan struktur budaya adalah Clifford Geertz, Mojokuto: Dinamika Sosial Sebuah Kota di Jawa dan Negara Teater: kerajaan-kerajaan di Bali abad Kesembilan Belas. Pendekatan struktur sosial merujuk ke sejumlah aturan dalam sistem sosial yang dilembagakan, contoh salah satu karyanya adalah disertasi dari Darsiti Soeratman, Kehidupan dunia Kraton Surakarta 1830-1939. Sedangkan pendekatan struktur materiil meletakkan basis kekuatan perkembangan sosial pada dataran materiil dalam masyarakat. Struktur materiil ini diwakili oleh buku dari Kuntowijoyo Perubahan Sosial dalam Masyarakat Agraris Madura.

Menurut Michel Foucault, analisis struktural memang berhasil mengungkapkan sejarah dalam jangka panjang, seolah-olah dibawah peristiwa ada sesuatu yang permanen dan kontinuitas. Namun, analisis struktural akan gagal mengungkapkan gejala-gejala yang ada di permukaan seperti sejarah pemikiran, sejarah pengetahuan sejarah filsafat dan lain-lain. Selain itu manusia juga akan kehilangan kemerdekaan dalam menulis karena harus tergantung pada struktur dan kontinuitas yang permanen. Foucault juga menganjurkan supaya sejarawan: 1. Menulis sejarah microscopic yaitu sejarah dengan topik yang spesifik. 2. Metode yang digunakan adalah mencari discursive, sejarah yang menunjukkan adanya diskontinuitas pemikiran dan pembahruan.

Dalam diskusi Kalamkopi kali ini, juga dikembangkan perbedaan antara struktur dengan kasualitas. Kasualitas adalah suatu peristiwa yang menyebabkan peristiwa lainnya. Sedangkan struktur ialah struktur yang membuat adanya peristiwa. Dapat dibilang bahwa struktur merupakan bagian dari kasualitas. Sebelum adanya kausalitas, struktur sudah membentuk peristiwa-peristiwa tersebut. Selain itu, struktur juga menjembatani antara teori dan fakta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.