Serial Diskusi: Penjelasan Sejarah (Historical Explanation)

Spread the love

Oleh Amir Faisal

BAB I:

Catatan perjalanan bangsa Indonesia amat sering diwarnai oleh persoalan tentang sejarahnya sendiri, dari persoalan validitas data, perbedaan cara penafsiran, dan variasi metode dalam pengajaran sejarah. Kompleksitas persoalan seperti itu juga telah menjadi perhatian dari para teoritisi sejarah, dan ini tentunya menjadi sumbangan besar bagi perkembangan ilmu sejarah itu sendiri. Hal ini setidaknya di tunjukan oleh kemauan para sejarawan untuk melakukan simbiosis dalam memandang realitas sejarah.

Penjelasan sejarah (historical explanation) adalah suatu usaha membuat unit sejarah intelligible atau dapat dimengerti secara cerdas. Hal ini dilakukan karena banyak buku yang menyamakan penjelasan sejarah dengan penjelasan kausal, padahal kausalitas hanyalah salah satu dari penjelasan sejarah.

HAKIKAT SEJARAH

Ilmu Sejarah secara hakikat ialah tidak lain merupakan serangkaian upaya untuk menafsirkan, memahami,  mengerti, dan karenanya ilmu sejarah merupakan ilmu yang mandiri, dalam arti memiliki ilmu filsafat sendiri, persoalan sendiri, serta penjelasan sendiri. Dan setiap penjelasan sejarah dimaksudkan agar unit-unit sejarah menjadi dapat dimengerti secara cerdas.

SEJARAH : MENAFSIRKAN, MEMAHAMI, MENGERTI

Dengan menunjukan kekhasan sejarah sebagai ilmu, Wilhelm Dilthey (1833-1911) membagi ilmu menjadi dua, yaitu ilmu tentang dunia luar dan ilmu tentang dunia dalam. Ilmu tentang dunia luar adalah ilmu yang mempelajari tentang dunia alam, sedangkan ilmu tentang dunia dalam mempelajari ilmu tentang kemanusiaan. Dapat disimpulkan berarti ilmu sejarah menurut Wilhelm Dilthey termasuk ilmu tentang dunia dalam. Dari kekhasan ilmu sejarah itu, dijelaskan bahwa harus ada pendekatan secara khusus untuk menerangkan gejala sejarah (peristiwa, tokoh, perbuatan, pikiran, dan perkataan)

SEJARAH : MEMANJANG DALAM WAKTU, TERBATAS DALAM RUANG

Sejarah adalah proses, sejarah adalah perkembangan, dalam bahasa asing disebut diakronis yang berarti sejarah meneliti gejala-gejala yang memanjang dalam waktu, tetapi dalam ruang yang terbatas. Ada juga yang menyebutkan ilmu sinkronis, yaitu ilmu yang meneliti gejala-gejala yang meluas dalam ruang tetapi dalam waktu yang terbatas. Kedua ilmu ini saling berhubungan. Istilah memanjang dalam waktu itu meliputi juga gejala sejarah yang ada di dalam waktu yang panjang itu. Dalam catatan ada persilangan antara sejarah yang diakronis dan ilmu sosial lain yang sinkronis. Artinya, ada kalanya sejarah menggunakan ilmu sosial dan sebaliknya, ilmu sosial menggunakan sejarah. Ilmu diakronis bercampur dengan sinkronis.

SEJARAH : MENUTURKAN GEJALA TUNGGAL

Sejarah berbeda dengan ilmu sosial yang lain dalam penceritaan sesuatu. Sejarah bersifat menuturkan gejala yang bersifat tunggal, sedangkan ilmu sosial menarik hukum umum. Sejarah menuturkan suatu objek atau ide dan mengangkatnya sebagai gejala tunggal. Sementara itu, ilmu sosial lain bermaksud menarik hukum, dan mengangkat gejala-gejala umum

PENJELASAN SEJARAH

Setelah mengetahui jenis sejarah sebagai ilmu, di bawah ini akan diterangkan perihal penjelasan sejarah;

  1. Penjelasan sejarah adalah menafsirkan dan mengerti
  2. Penjelasan sejarah adalah penjelasan tentang waktu yang memanjang
  3. Penjelasan sejarah adalah penjelasan tentang peristiwa tunggal

Dalam banyak buku tentang penjelasan sejarah, tekanan utamanya adalah tentang penjelasan sebab akibat. Tetapi, sebagaimana akan terlihat penjelasan  sejarah lebih dari pada penjelasan sebab akibat (penjelasan kausal). Menekankan sebab akibat dan meninggalkan penjelasan yang lainnya, berarti sebuah reduksi atas hakikat ilmu sejarah. Kiranya tidak perlu lagi ditekankan bahwa semua penjelasan sejarah harus didukung oleh data yang otentik, terpercaya dan tuntas. Selanjutnya, bila disederhanakan, kaidah-kaidah penjelasan sejarah ialah :

  1. Regularity dimaksudkan sebagai cara menjelaskan hubungan kausal antar peristiwa.
  2. Generalisasi adalah persamaan karakteristik tertentu.
  3. Inferensi Statistik, Metode Statistik. Inferensi statistik, metode statistik menjadi andalan dalam generalisasi. Keduanya akan muncul dalam penjelasan sejarah kuantitatif.
  4. Pembagian Waktu Dalam Sejarah. Pembagian waktu dalam sejarah akan muncul dalam penjelasan sejarah dengan periodesasi dan analisis struktur.
  5. Narrative History. Dalam hal ini sejarah adalah Colligation (mengikat bersama) dari sebuah urutan.
  6. Multi-Interpretable. Bahwa ilmu sejarah yang dipahami sebagai menafsirkan, memahami, dan mengerti, cukup menjelaskan adanya subjektivitas dan relativisme dalam penjelasan sejarah.

 

Gambar: Kalamkopi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.