Tak Berpesta Kembang Api, Tapi Berpuisi

Spread the love

Puisi Tutup Tahun: Salah satu peserta sedang membacakan puisi pada Puisi Tutup Tahun bertajuk “Bahwa kita masih manusia, yang belum hendak menjadi serigala”, Selasa (31/12/2019) malam, Gebyog, Patemon, Gunungpati, Kota Semarang.

SEMARANG – Jelang pergantian tahun, sejumlah orang memilih membaca puisi daripada berpesta kembang api. Hal tersebut mereka lakukan dalam acara Puisi Penutup Tahun bertajuk “Bahwa kita masih manusia, yang belum hendak menjadi serigala” yang digelar di Kedai Kopi Kang Putu, Dukuh Gebyog, Patemon, Gunungpati, Kota Semarang pada Selasa (31/12/2019) malam.

Penggagas acara, Abi Fathe, menuturkan acara Puisi Penutup Tahun menjadi ruang alternatif dari perayaan rutin yang berulang dan sarana apresiasi puisi. Menurutnya tahun baru bukan sesuatu yang penting untuk dirayakan.

“Saya jemu tehadap hingar-bingar tahun baru. Maka dari itu saya terdorong menggagas acara ini. Bagi saya puisi adalah sarana yag tepat untuk berbagi dan menikmati banyak hal tentang perasaan dan pikiran,” tuturnya kepada Kalamkopi.

Sementara itu, pemilik Kedai Kopi Kang Putu, Gunawan Budi Susanto, atau yang akrab disapa Kang Putu mengatakan fasa “tutup tahun” hanyalah tempelan saja. Menurutnya, inti acara malam itu adalah silaturahmi.

“Bukan soal buka atau tutup tahunnya, melainkan soal kesempatan untuk bertemu atau tatap muka. Membaca puisi bisa menjadi alat manusia untuk bertemu manusia. Ketika manusia bertemu manusia lain, saling memanusiakan, begitulah kita tidak menjadi serigala bagi sesama,” ucapnya.

Salah satu peserta, Akbar, mengaku terkesan mengikuti acara. Menurutnya, Puisi Penutup Tahun merupakan acara yang tidak biasa.

“Ternyata membaca puisi saat malam pergantian tahun asyik juga. Saya menikmati. Puisi-puisi yang dibawakan pengunjung kedai mantap dan berkesan bagi saya,” ungkapnya. (RMK-Ardhiatama Purnama Aji).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.