Titik

Spread the love

Oleh Bagas Yusuf Kausan

Pada titik sebelah mana rakyat akan sejahtera? Dongeng-dongeng investasi diangkat kepermukaan dengan doa yang dianggap paling manjur mengentaskan kemiskinan. Proyek dikebut dengan membabi buta, menghunuskan pedang nya dijantung rakyat kecil. Mengarahkan meriam pada mereka yang lapar, lalu memberi mawar segar pada mereka pemilik modal. Pada titik sebelah mana rakyat akan sejahtera?

Pada titik sebelah mana rakyat akan sejahtera? Hutan, air, dan segenap anugerah Tuhan di hajar lalu di benturkan hingga rusak tanpa belas kasihan. Menimbulkan bencana,hanya karena mengangkat wajah pemilik perusahaan. Rusak nya alam adalah sinyal murka Tuhan, dan sekaligus akhir dari segala polemik kehidupan. Adat lelehur bangsa dilupakan, yang dikejar bukan lagi ketenangan, namun kemewahan dan kemilau perhiasan. Kesenjangan menggurita, penindasan rakyat semakin terlihat nyata. Lalu di titik mana rakyat akan sejahtera?

Pada titik sebelah mana rakyat akan sejahtera? Polisi tak lagi melindungi, yang ada justru senang menghakimi. Tentara bertubuh tegap, berambut cepak, dilatih dengan keras, namun hanya untuk memulai kekerasan terhadap mereka yang memperjuangkan kebenaran. Hakim berjubah ksatria, tapi nurani nyaris tak ada.Pemerintah tak mendengar jeritan rakyat, telinga nya dua namun hanya untuk mendengar para pengusaha. Moral dijual dimana-mana, Uang adalah segala-gala. Pada titik mana rakyat akan sejahtera?

Pada titik sebelah mana rakyat akan sejahtera? Agraria jadi madu para penguasa dan pengusaha, tapi madu bukan milik mereka. Madu milik rakyat semestinya, tapi mereka datang lalu mengusir dengan riang gembira. Aparat dijadikan hulu ledak, yang dikendalikan oleh kepentingan dan diledakan ditengah masyarakat yang sungguh memprihatinkan. Keadilan dipenjara dengan produk hukum yang keliru, kemanusiaan dikubur di atas lahan kepentingan uang. Maka dimana titik rakyat akan sejahtera?

Pada titik sebelah mana rakyat akan sejahtera? Tiga setan dunia jelas lebih berbahaya, pengusaha, penguasa, dan modal adalah pelaku nya. Mereka dibuat oleh kapital, dilahirkan oleh berhala keserakahan, dirawat oleh kekuasaan, dilindungi aparat negara, lalu berlari menebas leher rakyat jelata. Mereka setan-setan yang berbahaya, menghancurkan alam yang dianggap suci, membombardir tanah adat, menerobos norma masyarakat, merembes lewat iklan, mencuri mulut media, lalu duduk disinggasana dunia dengan tertawa.Meludah dimuka rakyat dengan bengis, mencaci rakyat dengan tragis, rakyat ditenggelamkan diatas tanah nya sendiri, dimiskinkan di depan sumber daya alam nya sendiri. Pada titik mana rakyat akan sejahtera?

Pada titik sebelah mana rakyat akan sejahtera?

Sumatera

Kalimantan

Sulawesi

Jawa

Papua

Hingga seluruh Nusantara

Yang katanya berbeda-beda tapi satu jua

Mereka rakyat Indonesia

Layak merdeka diatas tanah mereka sendiri

Bukan ditindas oleh pemilik modal dan kuasa

Mereka layak merdeka!

Merdeka mengolah sumber daya

Merdeka dari kekerasan aparat negara

Merdeka dari jaringan setan korporasi

Merdeka diatas tanah sendiri

Diatas kaki sendiri

Bukan dijilat kepentingan

Tapi merdeka

Merdeka!

Merdeka!

Gambar: Pixabay.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.